Hati-hati, Ternyata Rahasia Aplikasi VPN Diam-diam Menyimpan Data Anda

Rahasia aplikasi VPN merupakan salah satu aplikasi yang sangat populer digunakan oleh anak Indonesia untuk berbagai keperluan. Mulai dari segi keperluan positif, hingga keperluan negatif. Aplikasi ini sebenarnya merupakan salah satu inovasi dalam bidang teknologi untuk memblokir iklan yang ada. Tapi, kini aplikasi ini juga banyak difungsikan untuk keperluan lain.

Ada beberapa jenis aplikasi VPN yang biasa digunakan untuk keperluan memblokir iklan. Beberapa contohnya yaitu Luna VPN, Mobile Data, Free and Unlimited VPN, dan Adblock Focus. Beberapa aplikasi tersebut bisa didapatkan dengan bebas di Play Store. Sedangkan untuk Adblock dan Luna VPN hanya bisa diunduh di App Store Apple.

Baca Juga : Review Hero Nana Mobile Legends, Jadi Support MPL 5?

Keempat aplikasi ini akan mengirimkan beberapa data yang kemudian dikumpulkan dari penggunanya di sensor tower. Namun kabarnya Sensor Tower yang merupakan sebuah perusahaan penyedia layanan analtik ini mengelak, jika perusahaannya tidak memiliki hubungan dengan pencurian data oleh beberapa aplikasi VPN tersebut.

Perusahaan Mengumpulkan Data di Sensor Tower

Perusahaan ini menyediakan analisa yang didapat dari data yang terkumpul dari setiap pengunduhan dan penggunaan aplikasi, serta memiliki rahasia aplikasi VPN. Data analitik ini kemudian akan diperuntukan bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia pengembangan aplikasi. Pengguna Android dan iOS telah mengunduh aplikasi ini sebanyak 35 juta kali.

Sensor Tower ini kurang lebih memiliki 20 aplikasi untuk Android dan iOS. Setelah diinstal, pengguna akan diminta untuk menginstal root certificate. Hal ini akan membuatnya lebih mudah untuk mengakses data yang ada dalam ponsel. namun, Sensor Tower mengatakan jika mereka hanyalah mengumpulkan data yang berasal dari pengguna dengan analitik anonim.

Tidak Ada Pencurian Data Oleh VPN

Armando Orozco, selaku Malwarebutes, mengatakan jika pengguna memiliki hak untuk mendapatkan akses root pada aplikasi namun membuat risiko pencurian data semakin tinggi. Pihak perusahaan mengatakan jika sebenarnya perusahaan tidak memberikan hak milik untuk keperluan kompetetif. Hal ini ditegaskan oleh Head of mobile insight Sensor Tower.

Aplikasi dari perusahaan ini juga tidak akan mengumpulkan data sensitif atau informasi yang menyangkut privasi para penggunanya. Hal ini ditegaskan oleh Nelson. Ia mengatakan jika mereka juga tetap berada dalam rambu-rambu pedoman toko aplikasi dan akan mematuhinya dengan serius. Selain itu, juga melakukan berbagai upaya agar bisa tetap mematuhi aturan tersebut.

Bahkan penegasan ini terus diberikan, bahwa tidak ada pencurian data rahasia aplikasi VPN yang dilakukan seperti menyimpan data pengguna yang sangat pribadi. Mulai dari kata sandi, username, dan data pribadi lainnya. Namun ada beberapa kasus yang membuat aplikasi ini tidak ada lagi dalam play store.

Sebelumnya terdapat kurang lebih ada satu lusin aplikasi Sensor Tower yang dihapus dari iOS App Store. Hal ini dilakukan karena banyak yang melanggar aturan dan ini diungkapkan oleh juru bicara Apple. Setelah dilaporkan oleh BuzzFeed Newa, Apple kemudian menghapus Adblock Focus dan Google juga kemudian menghapus Mobile Data.

Padahal, selama ini Apple dan Google sama-sama membatasi root certificate karena bertujuan untuk menjaga keamanan privasi bagi setiap penggunanya. Jika aplikasi sensor Tower mampu untuk mengumpulkan data para pengguna aplikasi tersebut. Selain itu, juga meminta untuk pengguna agar memasang sertifikat melalui situs web setelah mereka mengunduh aplikasi.

Hal ini diungkapkan oleh MacRumors, yang mana di sana terkonfirmasi jika mereka sebelumnya sempat pernah melakukan penghapusan beberapa aplikasi dari Sensor Tower. Hal ini mereka lakukan karena beberapa aplikasi tersebut dinilai tidak sejalan dan melanggar aturan toko, yang telah diterapkan pada aplikasi Apple yang menjadi rahasia aplikasi VPN.

Updated: April 6, 2020 — 11:07 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *